Remaja Muslim: KAJIAN ISLAM
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAJIAN ISLAM. Tampilkan semua postingan

Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Dikabulkan? Mungkin Inilah Sebabnya

Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Dikabulkan? Mungkin Ini Sebabnya




Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Dikabulkan, Kok Bisa? Padahal doa orangtua adalah salah satu doa yang diijabahi Allah. Tapi kenapa ada doa orangtua yang tak dikabulkan, hingga seakan tak berpengaruh sama sekali untuk anak? Berikut ini kisah dan penjelasan tertolaknya doa orang tua akibat makanan.




"Saya sudah mendoakan anak saya untuk sekian lama, Kyai. Selesai shalat lima waktu, setelah shalat tahajud. Tapi anak saya kok tetap nakal. Tidak ada perubahan sama sekali. Doa orangtua seperti tidak terkabul," gerutu seorang ibu menceritakan kondisi anaknya yang duduk di bangku sekolah menengah.




Sang Kyai diam sejenak. Ia mencoba memahami keseluruhan cerita ibu tadi. Dengan nada berhati-hati ia mencoba menggali pertanyaan.




"Mohon maaf apakah Ibu pernah memberikan makanan dari hasil syubhat atau haram kepada anak ibu?"




Mendengar pertanyaan itu, sang ibu terdiam. Air mukanya menunjukkan kegundahan dan perlahan matanya berkaca-kaca.




"Iya, Kyai. Kalau dari uang syubhat sering. Suami saya sering mendapatkan uang yang tidak jelas. Kadang sebagai bentuk terima kasih customer yang telah dilayaninya. Kadang pemberian pimpinan yang nggak jelas dari mana. Kadang juga ada rekayasa laporan di tempat kerjanya."




"Nah, itu Bu. Ketika anak-anak mendapatkan asupan makanan yang haram atau syubhat, salah satu efeknya ia bisa terhijab dari doa. Apalagi orangtuanya juga memakan makanan haram. Semakin tidak nyambung itu doanya. Allah tidak berkenan mengabulkan doa orangtua tersebut"




Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:




"Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mukmin untuk sama seperti yang diperintahkan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amal shalih. Dia juga berfirman yang artinya, Hai orang-orang mukmin, makanlah makanan yang baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, Ya Rabb, ya Rabb. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan." (HR. Muslim)




Ketika menjelaskan hadis diatas, para ulama menerangkan bahwa laki-laki tersebut telah memenuhi empat hal yang semestinya membuat doanya terkabul yakni ia seorang musafir, ia lelah, ia menengadahkan dua tangan dan sangat berharap kepada Allah. Namun karena ia menggunakan barang haram, doanya tertolak. Sebab makanan haram, minuman haram dan pakaian haram menjadi penghalang terkabulnya doa.




Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda,




إِنَّ الْعَبْدَ لَيَقْذِفُ اللُّقْمَةَ الْحَرَامَ فِي جَوْفِهِ مَا يُتَقَبَّلُ مِنْهُ عَمَلُ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً




Ketahuilah, bahwa suapan haram jika masuk dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (Riwayat At Thabrani)




كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ  الحَرامِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ




”Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali nereka lebih utama untuknya.” (Riwayat Tirmidzi)




Para orangtua, mari kita menjaga diri dari makanan dan hal-hal yang syubhat. Kita jaga anak-anak kita dari makanan dan hal-hal yang haram.




Dengan demikian, semoga tak ada penghalang antara doa kita dan ijabah Allah. Semoga tak ada penghalang terkabulnya doa untuk kebaikan anak-anak kita.

Subhanallah... Inilah Manusia yang Sangat Terkenal di Langit

Seorang manusia bisa saja bangga ketika terkenal di seluruh dunia. Namun hal itu tidak menjadi jaminan dirinya terkenal diantara penduduk langit. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa di langit ada ribuan malaikat yang selalu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT.

Apalagi dengan adanya Singgasana Allah di sana, hal itu membuat kedudukan langit menjadi sangat spesial dalam Agama Islam. Ternyata ada golongan manusia yang sangat terkenal di kalangan penduduk langit tersebut.


Bukan artis, atau selebritis, dia hanya manusia biasa yang bekerja sebagai penggembala kambing miskin dan sudah yatim. Namun, Rasulullah SAW mengatakan bahwa semua penduduk langit mengenalnya, bahkan doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Siapakah dia? Berikut ulasannya.

Adalah Uwais Al Qarni, manusia yang namanya begitu terkenal di kalangan penduduk langit. Bahkan Nabi Muhammad SAW memerintahkan Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khattab agar meminta didoakan oleh Uwais Al Qarni, karena doanya tidak pernah ditolak Allah SWT.

Hidup Uwais Al Qarni begitu menderita, namun Ia tidak pernah mengeluh dan menjalani ujian dengan sabar. Pemuda ini berasal dari Negeri Yaman dan menderita penyakit Kopak atau tubuhnya belang-belang.

Kondisi ini tidak menjauhkannya dari Allah. Justru Uwais Al Qarni tubuh menjadi pemudah yang saleh dan sangat berbakti kepada satu-satunya orang tua yang dimiliki yakni sang Ibu. Ternyata kondisi Ibunya tidak kalah memprihatinkan. Ibunya yang sudah tua tersebut menderita lumpuh sehingga membutuhkan  Uwais untuk merawat dan memenuhi semua permintaan.

Namun, ada satu  permintaan Ibu yang agaknya sulit dikabulkan, yaitu ingin berhaji ke tanah suci. Bagaimana mungkin Uwais yang miskin itu mampu memberangkatkan sang ibu berhaji? Sementara untuk bisa sampai ke sana harus melewati gurun pasir tandus yang panas dengan perbekalan yang tidak sedikit.  Namun Allah tentu memiliki cara untuk mengundang Hamba-hamba pilihan-Nya.

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya.

Meski terkejut dengan permintaan sang ibu, namun Ia tidak patah arang. Ia kemudian berpikir tentang bagaimana mencari jalan keluar. Kemudian Ia membeli seekor anak lembu. Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Tindakan ini membuat orang desa begitu heran, bahkan sebagian menganggapnya aneh dan gila.

Lembu tersebut semakin hari semakin besar, sehingga membutuhkan tenaga yang besar pula untuk bisa mengangkatnya. Namun karena sudah terbiasa setiap hari, lembu tersebut tidak terasa berat lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Saat musim haji tiba, Ia benar-benar menggendong ibunya dari Yaman menuju Mekkah. Masya Allah. Begitu besarnya kasih sayang Uwais kepada sang Ibu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Hikmahnya adalah agar mudah ditemukan oleh Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Karena saat masih hidup Rasulullah berpesan agar kedua sahabat Nabi itu menemukan Uwais dan meminta di doakan karena doanya sangat makbul.

"Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertemuan Uwais Al-Qarni dengan Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib

Dalam hidupnya, Uwais Al-Qarni sangat mecintai Rasulullah SAW. Ia begitu sedih saat melihat tetangganya kembali dari Madinah dan bisa menemui kecintaannya itu. Saat itu, berita tentang patahnya gigi Nabi Muhammad saat perang Uhud terdengar ke berbagai negeri. Ia pun kemudian menggetok salah satu giginya dengan batu hingga patah sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad SAW.

Ternyata kerinduan Uwais memuncak. Akhirnya Ia mendekati ibunya untuk meminta izin pergi menemui Rasul. Mendengaar permohonan sang anak, Ibu Uwais mengizinkannya pergi.  “Pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Hati Uwais begitu gembira. Ia segera berkemas dan meninggalkan Yaman. Namun Ia terlebih dahulu mempersiapkan segala kebutuhan sang Ibu, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Perjalanan pun dimulai, jauhnya Madinah ternyata tidak menyurutkan niatnya. Setelah sampai di Madinah, sampailah Uwais di rumah Nabi. Sayang, pada saat itu Nabi tengah dalam peperangan dan hanya ditemukan Aisyah ra. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Setelah peperangan usai, Nabi Muhammad SAW kemudian kembali ke Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi bertanya kepada Siti Aisyah perihal siapa yang datang mencarinya.

Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”

Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Namun ada yang janggal ketika penghuni langit ini wafat. Ada begitu banyak orang yang datang tanpa diketahui asalnya. Padahal Ia bukanlah sosok terkenal.

Saat akan dimandikan, ada banyak orang yang berebutan ingin memandikannya. Demikian juga ketika akan dikafani, sudah banyak yang menunggu dan ingin mengafaninya. Hal yang sama juga terjadi ketika hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Kematian Uwais menggemparkan negeri Yaman. Karena Ia bukan siapa-siapa, namun begitu banyak orang yang datang saat meninggalnya dan mengurus jenazahnya. Padahal semasa hidup, Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang.

Hal inilah yang membuat penduduk Yaman tercengang dan bertanya-tanya siapa sebenarnya Uwais.

“Bukankah dia hanyalah seoarang penggembala kambing dan unta yang miskin, namun mengapa begitu banyak orang yang datang mengurusi pemakamannya”

Berita keanehan ini menyebar ke seluruh negeri. Sejak saat itulah  penduduk Yaman tahu siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Karena selama ini Khalifah Umar ra dan Ali ra merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Di Menara Inilah Kelak Nabi Isa Diturunkan Oleh ALLAH SWT

Sebagai seorang muslim, penting bagi kita untuk mengetahui berbagai kisah Nabi untuk bisa mengambil hikmah agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Salah satu Nabi yang perlu diketahui kisahnya adalah Nabi Isa. Dalam kisahnya akan diketahui jika terdapat menara sebagai tempat dimana Nabi Isa diturunkan.

http://notifislam.blogspot.com/2016/09/di-menara-inilah-kelak-nabi-isa.html

Diketahui jika kaum Nasrani menganggap jika Nabi Isa telah mati, padahal bukan demikian. Beliau masih hidup hingga saat ini dan akan terus hidup sampai diturunkannya Dajjal. Bahkan dalam dalil-Nya, diketahui jika kelak saat Dajjal keluar, Nabi Isa akan diturunkan untuk membunuh Dajjal. Hal ini merupakan ketentuan Allah yang pasti terjadi pada waktunya dimana Al-Qur’an dan hadits telah menjamin ketentuan itu. Dikatakan jika turunnya Nabi Isa merupakan salah satu tanda dekatnya hari akhir.

Nabi Isa telah hidup di bumi hingga akhir zaman selama empat puluh tahun. Hal ini didapatkan dari pendapat yang paling shahih. Nabi Isa hanya memberi dua pilihan bagi manusia saat itu, yaitu antara beriman kepada ajaran yang disebarkan oleh Nabi atau diperangi. Dalam empat puluh tahun itu, tiga puluh tiga tahunnya dilalui dengan penuh kesulitan dan tujuh tahun sisanya dilalui dengan penuh kedamaian.

Sebuah buku berjudul Tanda Berakhirnya Dunia oleh Syeikh Mahmud menjelaskan jika Nabi Isa akan turun dan membunuh segala keburukan, menghancurkan salib, meletakkan jizyah, dan membunuh babi.

Pastinya kedatangan Nabi Isa di hari kiamat ini diperkuat dengan penjelasan Nabi Muhammad mengenai tempat dimana Nabi Isa akan diturunkan. Muslim dan Imam Ahmad mengatakan jika Rasulullah pernah bersabda bahwa Nabi Isa yang merupakan putra Maryam akan turun pada menara putih di sebelah timur Damaskus. Riwayat tempat turunnya nabi Isa ini juga dituliskan oleh Tirmidzi dan Abu Dawud.

Berdasarkan hadits tersebut, Ibnu Katsir mengatakan jika riwayat inilah yang menjadi riwayat paling mahsyur mengenai tempat diturunkannya Nabi Isa. Diketahui jika menara putih berada di timur Damaskus. Menara ini telah direnovasi pda tahun 741 Hijriyah dengan sumber dana dari kaum Nasrani.

Atas izin Allah, diketahui ciri sosok Nabi Isa yang terlahir tanpa ayah ini. Syeikh Mahmud menjelaskan jika Nabi Isa adalah seorang laki-laki yang berperawakan sedang, berkulit antara putih dan merah. Beliau juga memiliki rambut yang disisir rapi dan berambut keriting.

Rasulullah pernah berpesan kepada kaum muslimin, jika mereka menjumpai Nabi Isa maka Rasul berpesan untuk menyampaikan salam beliau kepada putra Maryam, nabi Isa.

Berdasarkan penjelasan di atas, menunjukkan jika nabi Isa turun ke bumi suatu saat adalah kepastian yang akan terjadi. Hal ini berarti jika kematian adalah peristiwa yang pasti terjadi dengan berbagai tanda yang bisa kita lihat. Selain itu, anggapan kaum Nasrani yang mengatakan jika Nabi Isa telah meninggal dan disalib adalah suatu fitnah yang harus diluruskan. Fitnah inilah yang membuat kaum Nasrani menjadi salah arah. Mereka menutup hati, pendengaran, dan penglihatan dari kebenaran ajaran Islam.

Sebagai seorang muslim, kita tahu bahwa kematin dan kiamat adalah suatu hal yang pasti sehingga kita harus mempersiapkan bekal sebaik mungkin. Dimana kita akan tinggal tergantung dengan bekal apa yang kita kumpulkan selama hidup dan rahmat dari Allah.

TERAJWAB SUDAH...!! Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka’bah dalam HAJI & UMROH? Ini Jawaban Dr Zakir Naik,,, Silahkan di Share sebagai ladang amal

Dalam suatu forum terbuka y4ng dihadiri ribuan orang d4n disiarkan di Peace TV, seorang pria bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa umat Islam mengelilingi kabah saat haji d4n umrah. Adakah alasan ilmiah d4n logisnya?


“Aku ingin mengetahui Mengenai Ka’bah. Maksudku, apa Keterangan Dengan Cara kajian keilmuan d4n logika pentingnya Ka’bah? D4n mengapa umat Islam mengelilingi Ka’bah?”

Jawaban Dr Zakir Naik mengapa Muslim mengelilingi Kabah

Saudara ini bertanya dengan bagus.

Apa pentingnya Ka’bah menurut kajian keilmuan d4n logika? D4n mengapa umat Islam mengelili Ka’bah?

Banyak non muslim beranggapan bahwa umat Islam menyembah Ka’bah. Saya akan Membagikan jawaban saya d4n nanti saya akan Membagikan jawaban Dengan Cara ilmiah.

Saya akan satukan bersama. Menjawabmu d4n menjawab non muslim lainnya atas kesalahpahaman ini.

Ka’bah merupakan kiblat, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an:

وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ


“Dan di mana Aja Anda berada, palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah” (QS. Al Baqarah: 144)

Dalam bahasa Arab, kiblat. Jadi Ka’bah hanya sebagai arah. Sebagai contoh, misalnya sekarang kita sembahy4ng, beberapa menghadap selatan, ada y4ng menghadap utara, ada y4ng ke timur, ada y4ng ke barat. Ke arah mana y4ng Anda ikuti? Jadi demi persatuan, kami menghadap di satu arah: Ka’bah.

Jadi Ka’bah merupakan kiblat kami. Tak ada seorang muslim pun y4ng pernah menyembah Ka’bah.

Dan Saat peta geografi Jagat pertama kali merupakan muslim y4ng membuat itu pertama kali. merupakan Al Idrisi di tahun 1154 y4ng membuat peta Jagat, bahkan muslim y4ng membuat peta Jagat itu. kutub selatan ada di atas d4n kutub utara ada di bawah d4n Ka’bah berada di tengah-tengah.

setelah itu orang Barat meluncurkan kartografi (pembuatan peta) d4n mengubah kutub utara ke atas d4n kutub selatan ke bawah, bahkan Ka’bah masih tetap berada di tengah-tengah.

Jadi di bagian mana pun Anda berada di Jagat, bila Anda berada di utara menghadap ke selatan, bila Anda berada di timur menghadap ke barat, bila Anda berada di barat menghadap ke timur, bila Anda di selatan menghadap ke utara. Semua muslim di Jagat menghadap di satu arah yaitu Ka’bah d4n Ka’bah merupakan kiblat.

Sekarang, Saat Anda pergi umrah, Saat pergi haji, kita Menjalankan thawaf mengelilingi Ka’bah. Kita berjalan mengelilingi ka’bah. Kenapa kami berjalan mengelilingi Ka’bah? di dasarnya merupakan Dikarenakan Tuhan Pencipta. D4n Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Menjalankan itu.

Anda bertanya, apa alasan logisnya? Ini Tak disebutkan dalam Quran d4n hadits. bila aku merupakan orang y4ng berakal mau berpikir, kenapa kami berjalan mengelilinginya? Alasan y4ng Bisa aku pikirkan merupakan setiap lingkaran hanya punya satu titik tengah. Kita berjalan mengelilingi Ka’bah merupakan untuk membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dikarenakan lingkaran hanya punya satu titik tengah Tak akan ada dua titik tengah. bila kita berjalan mengelilingi Ka’bah merupakan untuk membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dan pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu Saat mencium Hajar Aswad y4ng ada di Ka’bah, “Hajar aswad ini hanyalah batu y4ng Tak Bisa Membagikan kebaikan d4n keburukan. Aku menciumnya Dikarenakan melihat Nabi menciumnya.” Jadi Tak ada muslim y4ng menyembah Ka’bah.

Bahkan di zaman Nabi, ada sahabat y4ng melantunkan adzan di atas Ka’bah. Tak ada orang y4ng menyembah sesuatu lalu berani berdiri di atasnya.

Jadi Ka’bah merupakan kiblat, hanya arah. Bukan disembah.

Mungkin Banyak Yang Belum Tau ?? Kenapa Tuhan Disebut Allah Dalam Islam..??? Ini Jawaban Dr Zakir Naik.. Bantu Share Ya

Seseorang wanita non muslim –di pada beberapa ribu hadirin- ajukan pertanyaan pada Dr Zakir Naik kenapa Allah disebut

Allah, tak disebut dengan nama yang lain?


Seperti umumnya, Dr Zakir memberi jawaban yang brilian.

“Saudari itu ajukan pertanyaan kenapa Allah dimaksud Allah, tidak nama yang lain. Jawabannya ada pada Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 110.
 قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

Katakanlah, serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja anda seru, Dia memiliki asma’ul husna (QS. Al Isra’ : 110)

Kau dapat menyebutkan Tuhan (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan nama apa pun, namun sebaiknya nama-Nya yang benar, sebaiknya nama yang diberikannya pada diri-Nya sendiri.

Serta ada 99 nama yang dijelaskan dalam Al Qur’an serta hadits shahih ; Ar Rahman, Ar Rahim, Al Karim, Al Hakim, dan sebagainya tidak kurang dari 99 nama. Serta sebagai mahkotanya yaitu “Allah”.
Serta firman Allah “Allah mempunyai asma’ul husna” ini terkecuali terdaftar dalam

surat Al Isra’ ayat 110 juga diulang dalam surat Thaha ayat 8, Al A’raf ayat 180 serta surat Al Hashr ayat 24 dimana Allah menerangkan kalau Dia mempunyai asma’ul husna. Namun nama sebagai mahkota yaitu “Allah”.

Kenapa Muslim lebih suka menyebutkan “Allah” dari pada memakai bhs Inggris “God”?
Saudari, alasannya yaitu, semuanya nama serta kata yang lain bisa mereka mainkan. Umpamanya bila engkau memberikan “s” pada kata “God”, dia jadi Gods (tuhan-tuhan). Tetapi tak ada bentuk jamak dari kata “Allah”. Dialah yang Maha Esa.

Bila engkau memberikan kata “dess” pada kata “God” dia jadi “Goddes” (tuhan wanita).
Dalam Islam, tak ada yang namanya “Allah lelaki” atau “Allah perempuan”. Allah tak mempunyai type kelamin.

Bila kau memberikan “Bapak” pada “Tuhan” maka jadi “Tuhan Bapak”. Tak ada yang namanya Tuhan Ayah dalam Islam.

Bila kau memberikan “Ibu” pada “Tuhan” maka jadi “Tuhan Ibu”. Tak ada yang namanya Tuhan Ibu dalam Islam.

Bila kau memberikan nama spesifik pada “Tuhan”, jadilah ia “Tuhan Palsu”. Dalam Islam tak ada Allah palsu. Tersebut kenapa kami muslim lebih sukai menyebutkan “Allah” sesuai sama bhs Arabnya."

Ini Alasan Janin Hasil Perzinahan Mudah Dilahirkan

Di era globalisasi seperti saat ini, pergaulan antara pria dan wanita seolah tidak ada batasan. Mengaku atas dasar cinta, keduanya mampu melakukan aktivitas fisik tanpa ikatan pernikahan. Salah satu akibat dari dosa ini adalah kehamilan.


Tidak hanya melalui pemberitaan media, kasus hamil diluar nikah ini sering kita temukan di lingkungan sekitar.  Namun ada hal aneh yang terlihat pada wanita yang mengandung janin hasil perzinahan.

Mereka bisa melahirkan dimana saja tanpa bantuan orang lain, tidak terjadi perubahan signifikan pada tubuh, bahkan ditemukan dalam kondisi sudah melahirkan, tanpa ada yang tahu jika sebelumnya sedang hamil.  Mengapa terjadi hal demikian? Ada kah rahasia Allah dibalik hal itu?

Kondisi seperti ini banyak ditemukan dalam sosial di lingkungan kita. Bahkan karena mudahnya dalam proses tersebut, ibu yang mengandung bayi hasil perzinahan tidak sayang membuang bayinya.

Tidak heran jika diantara kita sering berkata “Ada yang mudah mendapatkan anak, namun dibuang dan disia-siakan, ada juga yang begitu menginginkan anak namun begitu susah dalam prosesnya,”

Ternyata kemudahan tersebut bukan menjadi sebuah kenikmatan yang diberikan Allah kepada mereka yang mengandung janin hasil perzinahan. Namun itu merupakan bentuk siksa Allah kepada mereka. Mengapa demikian?

Wanita yang mengandung dari hasil pernikahan yang sah pasti akan mengalami sakit yang begitu menyiksa. Jangankan untuk melahirkan sendiri, bahkan keluarga pun tidak sanggup untuk membantunya. Harus ada dokter yang ahli membantu persalinan. Begitu pula dengan biaya yang  dikeluarkan juga cukup banyak.

Namun Allah SWT menjanjikan pahala untuk setiap rasa sakit yang dirasakan sang ibu. Kesulitan yang dialami oleh ibu hamil, baik letih, sakit, gangguan kesehatan, kejiwaan, materi pada waktu yang banyak. Kesemuanya itu  -insyaallah- ada pahala dan balasan yang dicatat untuk wanita hamil.

Seorang hamba muslim akan diberi pahala oleh Allah pada semua musibah yang menimpanya di dunia, hingga duri yang mengenainya, Allah akan hapuskan dosa-dosanya. Maka sakit yang saat  melahirkan dan saat hamil, lebih agung dan lebih besar.

Lantas mengapa Allah SWT mempermudah proses persalinan wanita yang mengandung anak hasil perzinahan?  Hal tersebut serta merta karena Allah SWT mencabut rasa kesusahan itu sehingga tidak mendapatkan pahala sebagaimana wanita-wanita lain yang bersusah payah ketika hamil hasil pernikahan yang sah.

Kemudian ketika melahirkan, mudah saja anak itu keluar. Maka, pahala sakit karena melahirkan anak itu telah diangkat darinya. Wanita biasa, pada keadaan begini harus dibantu oleh bidan yang terampil, itu pun susah dan sakit untuk melahirkan anak, tetapi wanita yang telah berzina tidak demikian adanya.

Setelah anak itu lahir, tidak jarang bayi itu dibunuh agar tidak meninggalkan jejak. Mengapa sampai begitu kejam? Karena perasaan kasih sayang sudah dicabut juga darinya. Allahualam bishawwab.

Inilah 20 Waktu yang Dilarang Rasullah Saat Kamu Berhubungan Badan Denganm Istri Tercintamu

Berhubungan suam1 1stri harus dilakukan penuh adab dan ada waktu-waktu yang dibolehkan dan ada waktu – waktu yang dilarang untuk melakukan hubungan suami istri. Hal ini disebabkan karena dalam Islam hubungan suami istri adalah ibadah dan bernilai pahala.


Inilah 20 Waktu yang Dilarang Rasullah Saat Kamu Berhubungan Badan Denganm Istri Tercintamu

Adapun waktu waktu yang dilarang untuk berjima’ yaitu:

1. “Wahai Ali..! janganlah engkau berjima’ dengan isterimu pada awal (hari pertama) bulan, pada pertengahannya (sehari) dan pada akhir (dua hari) di hujung bulan. Maka sesungguhnya penyakit gila, gila babi dan sopak mudah mengenainya dan anaknya.”

2. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan isterimu selepas zuhor, sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak kerana jima’ pada waktu itu, maka ia akan bermata juling dan syaitan sangat suka kepada manusia yang bermata juling.”

3. “Wahai Ali..! janganlah bercakap-cakap semasa jima’, sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak dengan jima’ yang demikian, maka anak itu tidak selamat daripada bisu.”

4. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan perempuanmu dengan syahwat terhadap perempuan lain, maka sesungguhnya yang demikian itu jika Allah s.w.t. mengurniakan kepadamu berdua anak, anak itu akan menjadi pondan yang bersifat benci dan hina.”

5. “Wahai Ali..! jika kamu berjunub di tempat tidur, janganlah membaca Al-Quran, maka sesungguhnya aku bimbang akan turun kepada kamu berdua api (bala) dari langit yang membakar kamu berdua.”

6. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan isterimu kecuali ada padamu satu tuala dan pada isterimu satu tuala.”

7. “Wahai Ali..! janganlah kamu berdua menyapu dengan menggunakan satu tuala, nanti akan jatuh syahwat keatas syahwat (salah seorang akan kuat syahwatnya daripada yang lagi satu), maka sesungguhnya yang demikian itu akan mengakibatkan permusuhan kemudian membawa kamu berdua kepada berpecah dan talak.”

8. “Wahai Ali..! janganlah berjima’ dengan isterimu pada malam ‘Aidil Fitri (Raya Puasa), maka sesungguhnya jika Allah s.w.t. mengurniakan kepada kamu berdua anak anak itu seorang yang cacat dan tidak mendapat anak baginya kecuali sudah tua.”

Walau Sudah Menjadi Pasangan Suami Isteri Yang Sah, Jangan Lakukan Hal Ini Ketika di Tempat Tidur

Islam mengajarkan kita segala hal dengan mendetail, termasuk tentang jalinan 1nt1m dalam rumah tangga. Ada banyak hal yg tidak diijinkan berkaitan dengan jalinan tu.buh pada su4m1 dan 1str1, sayangnya… orang-orang pemula banyak yang belum tahu hal ini, mungkin saja lantaran dikira tahu, atau lantaran memanglah tidak tertarik untuk mencari tahu.



Walau Sudah Menjadi Pasangan Suami Isteri Yang Sah, Jangan Lakukan Hal Ini Ketika di Tempat Tidur

“Dalam k3m4lu4nmu itu ada sedekah. ” Sahabat lantas ajukan pertanyaan, “Wahai Rasulullah, apakah kita memperoleh pahala dengan m3ngg4uli istri kita?. ” Rasulullah menjawab, “Bukankah bila kalian menyalurkan n4fsu di jalan yang h4r4m bakal berdosa? Jadi demikian halnya demikian sebaliknya, apabila disalurkan di jalan yang halal, kalian bakal berpahala. ” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Dalam ajaran Islam, banyak hal tersebut tidak diijinkan untuk dikerjakan oleh p4s4ng4n su4m1 1str1 ketika lakukan jalinan 1nt1m.

1. Dilarang b3rhubung4n 1nt1m tanpa ada pendahuluan.
Islam mengajarkan j1m4 yang dibarengi dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti perkataan romantis, c1um4n dan cum.bu bujuk dan tidak mengajarkan terkait tubuh tidak ada pendahuluan.

Hal ini sesuai sama : Sabda Rasul Allâh SAW :
“Siapa juga diantara anda, jangan sampai menyamakan isterinya seperti seekor hewan b3rs3ngg4m4, namun sebaiknya ia dahului dengan perantaraan. Setelah itu, ada yang ajukan pertanyaan : Apakah perantaraan itu? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu c1um4n dan bebrapa perkataan r0m4nt1s”. (HR. Bukhâriy dan Muslim).

2. Dilarang terkait 1nt1m lewat du.bur.
Satu diantara yang tidak bisa dikerjakan dalam lakukan jalinan tu.buh oleh su4m1 1str1 yaitu lewat du.bur atau 4nus. Dalam Alquran dan Hadist telah diputuskan serta ditegaskan bila p4s4ng4n su4m1-1str1 sebaiknya lakukan jalinan tu.buh lewat tempat yang telah diputuskan. Bila orang yang mendatangi istrinya lewat du.bur atau 4nus, jadi orang itu bakal dilaknat oleh Allah.

3. Dilarang terkait 1nt1m memakai media r4ngs4ng4n.
Dalam jalinan su4m1 1str1 tidak diijinkan memakai r4ngs4ng4n penambahan atau dari luar, termasuk juga sebatas melihat video tidak pantas berbarengan. Walau ditujukan untuk r4ngs4ng4n, ia menyebutkan hal itu sebagai perbuatan dosa yang digolongkan dalam j1n4h mata, lantaran lihat b4d4n orang lain.

4. Dilarang b3rhu.bung4n 1nt1m tanpa ada penutup/selimut
Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami kalau jika kalian mendatangi istrinya (berj1m4’), jadi sebaiknya memakai penutup dan jangan sampai t3l4nj4ng seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Tujuannya adalah janganlah bert3l4nj4ng seperti hewan yang terlihat k3m4lu4nnya waktu berj1m4. Namun gunakanlah selimut sebagai penutup, atau bert3l4nj4ng dalam selimut.

5. Dilarang terkait 1nt1m waktu istri h41d
“Mereka ajukan pertanyaan padamu mengenai h41dh. Katakanlah : “H41dh itu yaitu k0t0r4n”. Oleh karenanya sebaiknya anda menghindari diri dari wanita di saat h41dh ; dan jangan sampai anda mendekati mereka, sebelumnya mereka suci. Jika mereka sudah suci, jadi campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allâh padamu. Sebenarnya Allâh suka pada beberapa orang yang taubat dan suka pada beberapa orang yang mensucikan diri. ” (QS. Al-Baqarah/2 : 222)

Semoga paparan ringkas tentang Apa yang dilarang pada saat terkait tu.buh Su4m1 1str1 ini dapat memberi faedah untuk p4s4ng4n su4m1 1ster1.

Inilah Tiga Fitnah Besar yang Mengepung Kaum Muslim Saat Ini

Setiap orang tentu akan diuji dan diberi cobaan oleh Allah SWT sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing. Tidak hanya sebagai individu, terkadang Allah juga menguji umatnya dengan hal dan waktu yang sama.

Inilah Tiga Fitnah Besar yang ‘Mengepung’ Kaum Muslim Saat Ini


Misalnya ketika akhir zaman, umat muslim akan diuji dengan hadirnya Dajjal yang membawa fitnah besar kepada manusia agar mereka terjerumus dalam kesesatan. Namun, jauh sebelum fitnah tersebut terjadi ada pula fitnah yang sudah terjadi di abad 21 ini.

Fitnah ini terus mengepung kaum muslim, dan sulit untuk dihilangkan karena sudah turun temurun. Lantas, apa sajakah fitnahan yang tengah mengepung kaum muslim tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

1. Fitnah Ahlas
Fitnah pertama yang tengah mengepung kaum muslim yakni fitnah peperangan dan pembantaian antara sesama kaum muslim. Pada zaman dahulu peristiwa tersebut dimulai dari pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan.

Sejak saat itu hingga saat ini masih banyak umat Islam yang bergelut dalam pertikaian dan peperangan. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW bahwa sekali pedang seorang mukmin tertancap pada tubuh seorang mukmin lainnya maka itu akan sangat sukar diangkat.

“Itu artinya, ketika telah terjadi sekali penikaman, maka peperangan dan pembantaian antar umat
Islam akan terus belanjut. Dan kita temui, hingga hari ini fitnah ini masih bergulir,” terangnya dalam diskusi bertema “Seminar Akhir Zaman”.

2. Fitnah Sarra’
Fitnah besar yang mengepung kaum muslim selanjutnya adalah fitnah Sarra’. Yakni fitnah yang menyangkut harta dan kesenangan dunia. Fitnah yang demikian ini menimpa kaum muslimin sejak berkuasanya Dinasti Umayyah dan puncaknya terjadi ketika industri minyak ditemukan.

Banyak kita temukan fitnah Sarra’ terjadi pada era sekarang ini. Harta dan kesenangan dapat membuat orang gelap mata dan menjadi serakah akan kekayaan serta nikmat dunia. Hal tersebut bahkan bisa membuat orang tega untuk menghabisi saudaranya sendiri.

3. Fitnah Duhaima’
Fitnah terakhir yang mengepung umat muslim di dunia saat ini yakni fitnah duhaima’. Fitnah tersebut berupa fitnah aliran sesat dan pemikiran menyimpang. Fitnah yang satu ini banyak kita temukan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Saat ini pemikiran sekulerisme, pluralisme dan libralisme dan sebagainya berkembang dengan sangat pesat. Bahayanya pemikiran yang demikian ini dianggap sebuah kebenaran. Padahal pada kenyataannya tidaklah demikian.

Salah satu aliran sesat yakni mereka yang dengan mudahnya mengkafirkan orang muslim di luar kelompok tersebut hanya karena berbeda pemahaman serta pemikiran yang dimiliki. Tidak hanya itu, saat ini juga mulai muncul orang yang mengaku nabi bahkan Tuhan dan mengajak umat manusia untuk menjadi pengikutnya.

Demikianlah informasi mengenai tiga fitnah besar yang tengah melanda kaum muslimin di dunia. Tidak dapat dipungkiri, hal tersebut tentu menjadi sesuatu yang harus diwaspadai. Tujuannya adalah agar kita tidak terjerumus dan termakan oleh fitnah yang menyesatkan tersebut.

TERNYATA Inilah 7 Amalan Yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup - NO.4 Paling Simpel..

Tumpukan dosa yang menggumpal bukan berarti tak bisa dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya. Selama dosa tersebut bukanlah dosa besar yang menyebabkan kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa diganti dengan kembali dalam pelukan Islam.

TERNYATA Inilah 7 Amalan Yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup - NO.4 Paling Simpel..

Berikut ini adalah 7 amalan yang dapat menghapuskan dosa. Apa saja itu?

1. Taubat

Kesalahan bisa dilakukan siapa saja. Tak terkecuali ahli ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Tapi, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa,” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Jika taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu.”

Begitu pentingnya taubat karena ia adalah gerbang segala ampunan. Ia adalah wujud pengakuan hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Taubatlah yang menjadi kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman, “…Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Furqan: 70).

2. Sedekah

Setelah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur dosa adalah sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271).

Rasulullah Saw bersabda, “…sedekah itu mematikan (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api.” (H.r. Thabrani).

 Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun ketentuan-ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas. Sedekah enyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad

Ibadah lainnya yang masih berkaitan langsung dengan harta dan pahalanya mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan dengan ikhlas dapat melebur dosa. Baik yang dilakukan dengan harta maupun

Inilah Lima Cara Berhias Bagi Wanita Yang Dilaknat Oleh Allah SWT...!!! NO.2 Malah Banyak Yg Muslimah Lakukan Malahan populer Saat Ini...

Seorang muslimah memang dianjurkan untuk pandai merawat diri.


Inilah Lima Cara Berhias Bagi Wanita Yang Dilaknat Oleh Allah SWT...!!! NO.2 Malah Banyak Yg Muslimah Lakukan Malahan populer Saat Ini...


Tak hanya kecantikan batin, kecantikan secara fisik pun penting untuk mempercantik diri.
Untuk bisa mempercantik diri biasanya para wanita berdandan atau berhias dengan segala pesonanya. Namun jangan salah, tak jarang cara mempercantik diri yang dilakukan kaum muslimah justru mendatangkan mudharat dan dosa.

Jauhi lima cara berdandan dan berhias berikut ini agar sesuai dengan ketentuan Islam yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw :

1. Mencabut Bulu Alis

Mencabut bulu alis lalu membentuknya agar bagus menjadi trend dikalangan kaum hawa. Namun sejak dahulu Rasulullah SAW sangat membenci perempuan yang dengan sengaja mencabut alisnya sendiri.

"Telah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta untuk disambung rambutnya, wanita yang mencabut alis dan wanita yang minta dicabut alisnya, wanita yang mentato dan wanita yang minta untuk ditato, tanpa ada penyakit". (HR. Abu Daud)
2. Berdandan Dengan Membuka Aurat

Bilamana ada perempuan yang mempercantik diri dengan membuka aurat yang  seharusnya ditutupi, maka cara tersebut dilarang. Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh) tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”. Beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak
tangannya". (HR. Abu Daud)

3. Berdandan Seperti Laki-laki (Tomboy)
Jika seorang perempuan berdandanan layaknya seperti seorang laki-laki, maka dandanan tersebut dilarang oleh agama. Rasulullah Saw Bersabda : 
"Telah Dilaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki." (HR Ahmad)

4. Memakai Rambut Palsu dan Menyambung Rambut
Menggunakan rambut palsu/wig atau menyambung rambut dengan tujuan agar tampilan lebih menarik termasuk dalam dandanan yang dilarang oleh islam.  Sesungguhnya Rasulullah SAW Bersabda :
"terlah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta untuk disambung rambutnya." (HR Muslim)

5. Menggunakan Parfum Dengan Berlebihan
>Rasulullah SAW bahkan menyebut wanita yang menggunakan parfum untuk keluar rumah layaknya seorang penzina.

"Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina." (HR An Nasai)

"Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina." (HR Ahmad)

Doa Ketika Hati Ragu Kepada Seseorang Yang Kita Dicintai...

Dalam hidup ini terkadang kita harus dihadapkan dengan pilihan, termasuk dalam hal jodoh, karena bisa saja yang menurut kita baik belum tentu yang terbaik menurut Allah bagi kehidupan kita, dan bisa saja yang menurut kita buruk justru menurut Allah adalah yang terbaik bagi kehidupan kita.

Doa Ketika Hati Ragu Kepada Seseorang Yang Kita Dicintai...

Bismillaahirrahmaanirrahiim: "Yaa Allah, Sesungguhnya aku memohon pertunjuk dari-Mu, berilah aku pilihan yang terbaik kepadaku dengan ilmu yang ada pada-Mu, dan aku memohon kekuasaan-Mu untuk menyelesaikan urusanku dengan keizinan Qudrat-Mu, dan aku jua memohon kepada-Mu sebahagian darikarunia-Mu Yang Agung, Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan diri hamba-Mu ini penuh dengan kekhilafan, dan Engkau jua Maha Mengetahui, sedangkan diri hamba-Mu ini penuh dengan kejahilan, dan Engkau jualah Maha Mengetahui perkara yang ghaib yang telah Engkau tetapkan untukku."

"Yaa Allah, sekiranya Engkau tahu bahwa fulan/fulanah itu adalah lebih baik untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih baik pula akibatnya di dunia dan akhirat, maka takdirkanlah dan mudahkanlah ia untukku, kemudian berkahilah aku dalam urusan jodoh ini."

"Namun sekiranya Engkau tahu bahawa fulan/fulanah itu adalah lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih buruk pula akibatnya di dunia dan akhirat, maka jauhkanlah ia dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, dan jadikanlah aku ridha menerimanya, dengan ini, aku bersujud padamu Yaa Allah, mengharap dan merintih kepada-Mu, air mata yang mengalir ini ku biarkan ia menitis demi mengharap kasih sayang mu, yang manakah terbaik untukku, sesungguhnya hidupku dan jua matiku adalah semuanya Hanya karena-Mu, semoga Engkau mengasihani diriku yang mendambakan petunjuk-Mu.

Aamiin yaa rabbal'aalamiin.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi