Remaja Muslim: RASULULLAH
Tampilkan postingan dengan label RASULULLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RASULULLAH. Tampilkan semua postingan

Mengapa Dinamakan Masjidil Haram, Bukan Masjidil Halal?

Mungkin banyak sekali diantara pembaca Notifislam yang sudah tahu jawaban pertanyaan diatas. Akan tetapi tahukah anda bahwa pengertian dan arti masjidil haram yang disebut dalam Alqur'an sesungguhnya sangat luas sekali.

Mengapa Dinamakan Masjidil Haram, Bukan Masjidil Halal?

Diantara maksud dan arti masjidil haram seperti yang diterangkan dalam Al Qur'an adalah sebagai berikut:

1. Ka'bah, Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 144

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

Yang dimaksud masjidil haram dalam ayat diatas adalah ka'bah al musyarrofah.

2. Masjidil Haram (suatu masjid di tanah suci Makkah yang di dalamnya terdapat Ka'bah)

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ

Yang dimaksud masjidil haram dari hadits diatas adalah suatu masjid yang berada di tanah haram yang didalamnya terdapat Ka'bah. Kata Al Haram disini merujuk pada tanah suci Mekkah yang didalamnya dilarang untuk berbuat yang diharamkan oleh Allah SWT.

3. Semua Tempat di Mekkah Al Mukarramah, Firman Allah SWT dalam surat Al Isra'

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Nabi muhammad SAW ketika ber isra' dimulai dari Masjidil Haram, dan maksud Masjidil Haram disini adalah kota Makkah itu sendiri.

Serta ayat هم الذين كفروا وصدوكم عن المسجد الحرام والهدي معكوفا أن يبلغ محله

Ayat diatas turun karena orang orang kafir quraisy makkah waktu itu melarang dan menahan Nabi Muhammad SAW untuk masuk kota Mekkah di suatu tempat di mekkah yang bernama hudaibiyyah.

4.  Tanah Haram di Makkah, Allah SWT berfirman:

يا أيها الذين آمنوا إنما المشركون نجس فلا يقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا وإن خفتم عيلة فسوف يغنيكم الله من فضله إن شاء إن الله عليم حكيم

Yang dimaksud dengan Masjidil Haram sesuai ayat diatas adalah Tanah Haram yang berada di Makkah Al Mukarramah. dan tidak semua tempat di Makkah adalah tanah haram, karena ada batas batas tertentu.

Demikian beberapa pengertian Masjidil Haram, semoga bermanfaat.

Allahu Akbar... Inilah Orang Pertama yang Diberi Pakaian Pada Hari Kiamat

Iman kepada Hari Kiamat merupakan salah satu rukun yang wajib dipercayai oleh orang Islam. Meski misterius terkait waktu kejadiannya, kita wajib meyakini bahwa Hari Kiamat merupakan kepastian janji dari Allah Ta’ala yang tiada pernah mengingkari janji-Nya. Pasti. Hanya, kita tidak diberi tahu kapan kejadiannya.


Selain dari sumber al-Qur’an yang tak terdapat kebengkokan di dalamnya, Sunnah Rasulullah juga menjadi sumber yang terpercaya terkait huru-hara akhir zaman ini. Satu di antara banyaknya riwayat itu, kami nukilkan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Abbas terkait manusia pertama yang diberi pakaian oleh Allah Ta’ala di Hari Kiamat.

“Wahai manusia,” nasihat Nabi kepada sahabat-sahabatnya kala itu, “kalian akan dikumpulkan kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tidak beralas kaki, tanpa busana, dan tidak berkhitan.”

Beliau pun membaca Firman Allah Ta’ala dalam surat al-Anbiya’ [21] ayat 104, “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.”

Setelahnya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun melanjutkan sabdanya sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Sesungguhnya, manusia yang pertama kali diberi pakaian di Hari Kiamat,” beber Nabi yang mulia, “adalah (Nabi) Ibrahim.”

Beliaulah yang dijuluki Khalilullah dan bapak dari para Nabi dan Utusan Allah Ta’ala. Dari beliaulah terlahir Nabi Ismail dan Nabi Ishaq, lalu berlanjut kepada Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, dan terus bersambung hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai penutup para Nabi dan utusan Allah Ta’ala.

Dalam kelanjutan riwayat ini, ada yang patut menjadi perhatian kita tentang para sahabat (pengikut) Nabi yang digiring ke sebelah kiri. Pasalnya, mereka ini tidak istiqamah. Mereka kembali kepada kekafiran sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

“Ketahuilah,” lanjut ayah Fathimah az-Zahra ini, “akan didatangkan beberapa orang dari umatku, lalu mereka digiring ke sebelah kiri.”

“Mereka,” kata Rasulullah menjelaskan, “adalah para sahabatku.”
Lalu, dikatakan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Hari Kiamat kelak, “Kamu tidak tahu apa yang telah mereka kerjakan sepeninggalmu.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun membaca surat al-Maidah [5] ayat 117-118.

Pungkas Rasulullah memberitahukan perkataan yang kelak disampaikan kepada beliau di Hari Kiamat, “Mereka senantiasa murtad sejak engkau meninggalkannya.”
Semoga Allah Ta’ala wafatkan kita dalam kondisi istiqamah, dalam iman dan Islam. Aamiin. 


Disalin dari Kisahikmah.com

YA ALLAH!! [KISAH NYATA] Jenazah yang Berubah Menjadi Babi Karena Melakukan Hal Semacam Ini

Kematian merupakan sebuah kepastian yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk ciptaan Allah SWT. Sehingga ketika ajal menjemput kita tidak bisa berlari, menghindar atau bahkan bersembunyi. 
 
YA ALLAH!! [KISAH NYATA] Jenazah yang Berubah Menjadi Babi Karena Melakukan Hal Semacam Ini
 
Sekalipun kita belum siap menghadap illahi, masih bergelimang dosa, dan belum sempat bertaubat, namun ketika telah tiba masanya ajal akan tetap menjemput tidak peduli apapun.Inilah yang dialami oleh lelaki ini, dimana kematian menjemputnya saat ia dalam kondisi yang tidak siap.

Jenazahnya pun tiba-tiba berubah menjadi babi. Peristiwa ini bahkan disaksikan langsung oleh Rasulullah SAW. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa nyata yang terjadi di masa Rasulullah SAW ini. Lantas seperti apa kisahnya ? Berikut kisah selengkapnya.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabat, kemudian tiba-tiba datang seorang pemuda Arab yang masuk ke dalam masjid sambil menangis. Melihat hal tersebut Rasulullah SAW pun bertanya, “Wahai orang muda, mengapa engkau menangis?”

Maka pemuda itu pun menjawab, “Ya Rasulullah, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak pula ada orang yang hendak memandikannya.”

Mendengar perkataan pemuda itu, Rasulullah SAW pun memerintahkan Abu Bakar ra dan Umar ra mengikuti pemuda itu untuk melihat masalahnya. Sehingga kedua sahabat Nabi itu pun mengikuti pemuda itu dan mendapati ayah pemuda itu telah berubah menjadi babi hitam.

Sehingga keduanya pun kembali dan memberitahu Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, kami melihat jenazah ayah pemuda ini telah berubah menjadi babi hutan yang hitam.”
Mendengar penuturan kedua sahabatnya itu, maka Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya itu pun pergi ke rumah pemuda itu.

Kemudian beliau

pun berdoa kepada Allah SWT, sehingga mayat itu pun berubah menjadi bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya itu menshalatkan jenazah tersebut. Akan tetapi saat hendak dikebumikan, tiba-tiba mayat itu kembali berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam. Sehingga Rasulullah SAW pun bertanya ke pemuda itu, “Wahai orang muda, apa yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu ?”

Maka berkatalah pemuda itu, “Sebenarnya semasa hidupnya ayahku ini tidak mau mengerjakan shalat.” Mendengar penuturan pemuda itu, Rasulullah SAW pun bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan shalat. Kelak di hari kiamat ia akan dibangkitkan oleh Allah SWT seperti babi hutan yang hitam.”


Kemudian dalam riwayat lainnya, diceritakan pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra bahwa terdapat seorang lelaki yang meninggal dunia. Ketika mereka akan menshalatkan jenazah itu tiba-tiba kain kafannya bergerak.


Sehingga mereka pun membuka kain kafan itu, dan terkejutlah semua yang hadir karena melihat ada seekor ular yang sedang membelit leher mayat tersebut seta memakan daging dan menghisap darahnya. Semua orang yang hadir pun berusaha untuk membunuh ular tersebut.


Akan tetapi, tiba-tiba ular itu berbicara seperti manusia. Ular tersebut berkata, “Laa ilaaha illallhu Muhammadu Rasulullah, mengapa kamu sekalian hendak membunuhku ? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah SWT yang memerintahkan kepadaku supaya menyiksa jenazah ini hingga sampai hari kiamat nanti .” Lantas para sahabat pun bertanya, “Apa kesalahan yang telah dilakukan oleh jenazah ini?”


Maka berkatalah ular tersebut, “Dia telah melakukan kesalahan, diantaranya adalah apabila ia mendengar adzan, dia tidak mau datang untuk shalat berjamaah, ia tidak mau mengeluarkan zakat hartanya dan dia tidak mau mendengarkan nasihat para ulama. Maka inilah balasan untuknya.”


Kedua kisah ini hanyalah sedikit dari kisah tentang balasan dari Allah SWT terhadap orang-orang yang sengaja meninggalkan shalatnya, tanpa alasan yang dibenarkan. Dan kelak di akhirat orang-orang seperti ini akan memperoleh siksaan yang jauh lebih mengerikan daripada siksaan yang ditampakkan Allah SWT di dunia.

Sumber: *101 kisah teladan

Ini Sebabnya Mengapa Siti Aisyah Adalah Istri yang Paling Di Cintai Rasulullah SAW... Kamu Akan Takjub Membaacanya

Siti Aisyah, di masa kecilnya ia telah dibimbing oleh syaikhul mukminin dan tokoh paling utama, yaitu ayahnya sendiri Abu Bakar ash-Shiddiq. Di masa remajanya, ia di bawah bimbingan Rasulullah, penuntun seluruh manusia yang sekaligus pengajarnya.

Suaminya adalah semulia-mulianya manusia, serta seutama-utama orang, utusan Allah. Sehingga jadilah sosok wanita yang mampu mengkombinasikan ilmu, keutamaan, dan keterangan-keterangan, yang menjadikan namanya senantiasa begaung dalam sejarah.

Ini Sebabnya Mengapa Siti Aisyah Adalah Istri yang Paling Di Cintai Rasulullah SAW... Kamu Akan Takjub Membaacanya

Siti Aisyah adalah istri yang paling dicintai oleh Rasulullah. Para sahabat tahu betapa besarnya cinta beliau kepadanya. Mayoritas orang menyangka bahwa cinta Rasulullah kepada Aisyah ini hanya karena kecantikan dan kebaikannya saja. Pendapat ini sama sekali tidak bisa
diterima.

Rasulullah sangat mencintai Aisyah karena memang akhlak mulia atau kesalehannya. Kehidupan Siti Aisyah penuh kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah, dan selalu banyak beribadah kepada Allah Berikut ini adalah penjabaran dari beberapa kesalehan Siti Aisyah terhadap Rasulullah sebagai seorang istri.
.
Persetujuan Rasulullah untuk menikahi Aisyah pada usia dini, sebagaimana telah dijelaskan di atas, merupakan bukti nyata bahwa Aisyah memiliki kecerdasan dan kelebihan tersendiri sejak masih kanak-kanak. Sejak kecil Aisyah memiliki daya pikir yang tajam dan kritis, juga pandai menyimpulkan segala sesuatu dan menentukan hukumnya.
.
Siti Aisyah merupakan wanita yang banyak menghafalkan hadits-hadits Rasulullah. Ia juga dikenal sebagai perawi hadits yang mengistinbath hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam al-Qur’an dan hadits lain. Oleh karena itu, Aisyah termasuk seorang perawi hadits yang handal. Ia meriwayatkan hadits dari Rasulullah sebanyak 2210 hadits. Di antaranya terdapat dalam kitab Shahih Bukhari Muslim sebanyak 297. sehingga para ahli hadits menempatkan Aisyah pada urutan kelima dari tujuh orang sahabat penghafal hadits. [reportaseterkini.net]
.
Semoga kita dapat mengikuti dan dikarunia kecerdasan seperti Siti Aisyah. | Via Mitra Pustaka |

Inilah Jawaban Rasulullah Saat Diberi Pilihan Kekayaan Atau Kematian

Nabi Muhammad SAW menjadi rahmat bagi semesta alam. Apa yang Beliau kerjakan selalu menjadi teladan, dan umatnya juga selalu mengikuti apa yang Ia katakan. Dialah manusia yang sangat teristimewa, karena mendapat kesempatan langsung bertemu dengan Rabb-Nya.

Semasa hidup, Rasul terakhir ini merupakan seorang pemimpin termashur. Namun, gaya hidupnya justru sangat jauh dari kesan mewah. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang susah.



Sebelum akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa, Nabi terlebih dahulu diberi pilihan oleh Allah. Rasulullah SAW harus memilih antara kekayaan dunia serta keabadian dan juga surga. Dan ternyata, inilah pilihan Rasulullah. Seperti apa kisah selengkapnya? Berikut ulasannya.

Pada dasarnya semua yang bernyawa akan menemui ajalnya. Demikian juga dengan Rasulullah SAW yang juga seorang manusia biasa seperti kita. Beliau mengetahui bahwa hari itu sudah semakin dekat. Pesan-pesan sebagai wasiat semakin sering diungkapkan Rasulullah sejak pelaksanaan Haji Wada.

Tepatnya pada tahun 10 hijriyah Rasulullah SAW mengumumkan akan melaksanakan ibadah Haji Wada. Di hadapan sekitar 144.000 manusia, Rasulullah berkhutbah dan mengucapkan perpisahan karena itu adalah haji perpisahan dirinya. Hal ini lantas membuat para sahabat menangis sedih.

”Wahai manusia, dengarlah ucapanku, karena sesungguhnya mungkin aku tidak akan menjumpai kalian lagi setelah tahun ini di tempat wakaf ini selamanya”

Kemudian pada Bulan Safar tahun 11 Hijriyah, Rasulullah memperlihatkan bahwa tubuhnya sedang sakit. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah SAW kemudian memutuskan untuk mengunjungi makam Suhada Uhud. Dalam riwayat lainnya dikisahkan jika Rasulullah bergegas dini hari untuk pergi mengunjungi kubur. Aisyah langsung mengikuti suaminya tersebut.

Nabi Muhammad SAW kemudian berdiri diatas makam para Syuhada seraya berkata : ”Assalamualaikum wahai Syuhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami) dan kami insya Allah akan menyusul kalian dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian).”

Sesampainya di rumah, setelah berucap salam, dia menoleh kepada salah satu pembantunya, Abu Muwayhiba.

"Wahai Abu Muwayhiba, aku telah diberikan kunci kekayaan dunia serta keabadian dan juga surga. Aku diharuskan memilih salah satu darinya. memilih dunia dengan nikmat abadi atau memilih berjumpa dengan Allah dan surga. Aku diperintahkan memilih,"jelas Rahmat seluruh alam itu.

Sang pembantu langsung menjawab,"Ya, Rasulullah, ibu dan ayahku saja rela aku korbankan demi Anda. Mengapa tidak memilih kunci dunia dan juga surga?"

Dalam riwayat lain juga dikisahkan ketika Nabi Muhammad SAW mengatakan hal yang sama. ”Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada disisi-Nya.”

Ternyata jamaahnya tidak memahami siapakah yang dimaksud dengan seorang hamba oleh Rasulullah SAW tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah diri beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorang pun yang paham selain Abu Bakar Shiddiq r.a.

Maka saat Abu Bakar Shiddiq r.a. tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis sesenggukkan dan ditengah Masjid dan  memotong pembicaraan Rasulullah SAW

”Kami tebus anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan anak-anak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah.” Abu Bakar Shiddiq mengulang-ngulangnya.

"Tidak! Demi Allah, aku lebih memilih berjumpa dengan Rabb-ku!"

Pilihan pun sudah diambil, Rasulullah hanya tinggal menunggu perjumpaan dengan ppenciptanya yang amat beliau rindukan

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi