Remaja Muslim: TANYA JAWAB
Tampilkan postingan dengan label TANYA JAWAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANYA JAWAB. Tampilkan semua postingan

Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Dikabulkan? Mungkin Inilah Sebabnya

Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Dikabulkan? Mungkin Ini Sebabnya




Doa Orang Tua Untuk Anak Tidak Dikabulkan, Kok Bisa? Padahal doa orangtua adalah salah satu doa yang diijabahi Allah. Tapi kenapa ada doa orangtua yang tak dikabulkan, hingga seakan tak berpengaruh sama sekali untuk anak? Berikut ini kisah dan penjelasan tertolaknya doa orang tua akibat makanan.




"Saya sudah mendoakan anak saya untuk sekian lama, Kyai. Selesai shalat lima waktu, setelah shalat tahajud. Tapi anak saya kok tetap nakal. Tidak ada perubahan sama sekali. Doa orangtua seperti tidak terkabul," gerutu seorang ibu menceritakan kondisi anaknya yang duduk di bangku sekolah menengah.




Sang Kyai diam sejenak. Ia mencoba memahami keseluruhan cerita ibu tadi. Dengan nada berhati-hati ia mencoba menggali pertanyaan.




"Mohon maaf apakah Ibu pernah memberikan makanan dari hasil syubhat atau haram kepada anak ibu?"




Mendengar pertanyaan itu, sang ibu terdiam. Air mukanya menunjukkan kegundahan dan perlahan matanya berkaca-kaca.




"Iya, Kyai. Kalau dari uang syubhat sering. Suami saya sering mendapatkan uang yang tidak jelas. Kadang sebagai bentuk terima kasih customer yang telah dilayaninya. Kadang pemberian pimpinan yang nggak jelas dari mana. Kadang juga ada rekayasa laporan di tempat kerjanya."




"Nah, itu Bu. Ketika anak-anak mendapatkan asupan makanan yang haram atau syubhat, salah satu efeknya ia bisa terhijab dari doa. Apalagi orangtuanya juga memakan makanan haram. Semakin tidak nyambung itu doanya. Allah tidak berkenan mengabulkan doa orangtua tersebut"




Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:




"Wahai manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mukmin untuk sama seperti yang diperintahkan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amal shalih. Dia juga berfirman yang artinya, Hai orang-orang mukmin, makanlah makanan yang baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, Ya Rabb, ya Rabb. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan." (HR. Muslim)




Ketika menjelaskan hadis diatas, para ulama menerangkan bahwa laki-laki tersebut telah memenuhi empat hal yang semestinya membuat doanya terkabul yakni ia seorang musafir, ia lelah, ia menengadahkan dua tangan dan sangat berharap kepada Allah. Namun karena ia menggunakan barang haram, doanya tertolak. Sebab makanan haram, minuman haram dan pakaian haram menjadi penghalang terkabulnya doa.




Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda,




إِنَّ الْعَبْدَ لَيَقْذِفُ اللُّقْمَةَ الْحَرَامَ فِي جَوْفِهِ مَا يُتَقَبَّلُ مِنْهُ عَمَلُ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً




Ketahuilah, bahwa suapan haram jika masuk dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (Riwayat At Thabrani)




كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ  الحَرامِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ




”Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali nereka lebih utama untuknya.” (Riwayat Tirmidzi)




Para orangtua, mari kita menjaga diri dari makanan dan hal-hal yang syubhat. Kita jaga anak-anak kita dari makanan dan hal-hal yang haram.




Dengan demikian, semoga tak ada penghalang antara doa kita dan ijabah Allah. Semoga tak ada penghalang terkabulnya doa untuk kebaikan anak-anak kita.

TERAJWAB SUDAH...!! Mengapa Umat Islam Mengelilingi Ka’bah dalam HAJI & UMROH? Ini Jawaban Dr Zakir Naik,,, Silahkan di Share sebagai ladang amal

Dalam suatu forum terbuka y4ng dihadiri ribuan orang d4n disiarkan di Peace TV, seorang pria bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa umat Islam mengelilingi kabah saat haji d4n umrah. Adakah alasan ilmiah d4n logisnya?


“Aku ingin mengetahui Mengenai Ka’bah. Maksudku, apa Keterangan Dengan Cara kajian keilmuan d4n logika pentingnya Ka’bah? D4n mengapa umat Islam mengelilingi Ka’bah?”

Jawaban Dr Zakir Naik mengapa Muslim mengelilingi Kabah

Saudara ini bertanya dengan bagus.

Apa pentingnya Ka’bah menurut kajian keilmuan d4n logika? D4n mengapa umat Islam mengelili Ka’bah?

Banyak non muslim beranggapan bahwa umat Islam menyembah Ka’bah. Saya akan Membagikan jawaban saya d4n nanti saya akan Membagikan jawaban Dengan Cara ilmiah.

Saya akan satukan bersama. Menjawabmu d4n menjawab non muslim lainnya atas kesalahpahaman ini.

Ka’bah merupakan kiblat, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an:

وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ


“Dan di mana Aja Anda berada, palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah” (QS. Al Baqarah: 144)

Dalam bahasa Arab, kiblat. Jadi Ka’bah hanya sebagai arah. Sebagai contoh, misalnya sekarang kita sembahy4ng, beberapa menghadap selatan, ada y4ng menghadap utara, ada y4ng ke timur, ada y4ng ke barat. Ke arah mana y4ng Anda ikuti? Jadi demi persatuan, kami menghadap di satu arah: Ka’bah.

Jadi Ka’bah merupakan kiblat kami. Tak ada seorang muslim pun y4ng pernah menyembah Ka’bah.

Dan Saat peta geografi Jagat pertama kali merupakan muslim y4ng membuat itu pertama kali. merupakan Al Idrisi di tahun 1154 y4ng membuat peta Jagat, bahkan muslim y4ng membuat peta Jagat itu. kutub selatan ada di atas d4n kutub utara ada di bawah d4n Ka’bah berada di tengah-tengah.

setelah itu orang Barat meluncurkan kartografi (pembuatan peta) d4n mengubah kutub utara ke atas d4n kutub selatan ke bawah, bahkan Ka’bah masih tetap berada di tengah-tengah.

Jadi di bagian mana pun Anda berada di Jagat, bila Anda berada di utara menghadap ke selatan, bila Anda berada di timur menghadap ke barat, bila Anda berada di barat menghadap ke timur, bila Anda di selatan menghadap ke utara. Semua muslim di Jagat menghadap di satu arah yaitu Ka’bah d4n Ka’bah merupakan kiblat.

Sekarang, Saat Anda pergi umrah, Saat pergi haji, kita Menjalankan thawaf mengelilingi Ka’bah. Kita berjalan mengelilingi ka’bah. Kenapa kami berjalan mengelilingi Ka’bah? di dasarnya merupakan Dikarenakan Tuhan Pencipta. D4n Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam Menjalankan itu.

Anda bertanya, apa alasan logisnya? Ini Tak disebutkan dalam Quran d4n hadits. bila aku merupakan orang y4ng berakal mau berpikir, kenapa kami berjalan mengelilinginya? Alasan y4ng Bisa aku pikirkan merupakan setiap lingkaran hanya punya satu titik tengah. Kita berjalan mengelilingi Ka’bah merupakan untuk membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dikarenakan lingkaran hanya punya satu titik tengah Tak akan ada dua titik tengah. bila kita berjalan mengelilingi Ka’bah merupakan untuk membuktikan bahwa hanya ada satu Tuhan.

Dan pernyataan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu Saat mencium Hajar Aswad y4ng ada di Ka’bah, “Hajar aswad ini hanyalah batu y4ng Tak Bisa Membagikan kebaikan d4n keburukan. Aku menciumnya Dikarenakan melihat Nabi menciumnya.” Jadi Tak ada muslim y4ng menyembah Ka’bah.

Bahkan di zaman Nabi, ada sahabat y4ng melantunkan adzan di atas Ka’bah. Tak ada orang y4ng menyembah sesuatu lalu berani berdiri di atasnya.

Jadi Ka’bah merupakan kiblat, hanya arah. Bukan disembah.

Mungkin Banyak Yang Belum Tau ?? Kenapa Tuhan Disebut Allah Dalam Islam..??? Ini Jawaban Dr Zakir Naik.. Bantu Share Ya

Seseorang wanita non muslim –di pada beberapa ribu hadirin- ajukan pertanyaan pada Dr Zakir Naik kenapa Allah disebut

Allah, tak disebut dengan nama yang lain?


Seperti umumnya, Dr Zakir memberi jawaban yang brilian.

“Saudari itu ajukan pertanyaan kenapa Allah dimaksud Allah, tidak nama yang lain. Jawabannya ada pada Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 110.
 قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى

Katakanlah, serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja anda seru, Dia memiliki asma’ul husna (QS. Al Isra’ : 110)

Kau dapat menyebutkan Tuhan (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan nama apa pun, namun sebaiknya nama-Nya yang benar, sebaiknya nama yang diberikannya pada diri-Nya sendiri.

Serta ada 99 nama yang dijelaskan dalam Al Qur’an serta hadits shahih ; Ar Rahman, Ar Rahim, Al Karim, Al Hakim, dan sebagainya tidak kurang dari 99 nama. Serta sebagai mahkotanya yaitu “Allah”.
Serta firman Allah “Allah mempunyai asma’ul husna” ini terkecuali terdaftar dalam

surat Al Isra’ ayat 110 juga diulang dalam surat Thaha ayat 8, Al A’raf ayat 180 serta surat Al Hashr ayat 24 dimana Allah menerangkan kalau Dia mempunyai asma’ul husna. Namun nama sebagai mahkota yaitu “Allah”.

Kenapa Muslim lebih suka menyebutkan “Allah” dari pada memakai bhs Inggris “God”?
Saudari, alasannya yaitu, semuanya nama serta kata yang lain bisa mereka mainkan. Umpamanya bila engkau memberikan “s” pada kata “God”, dia jadi Gods (tuhan-tuhan). Tetapi tak ada bentuk jamak dari kata “Allah”. Dialah yang Maha Esa.

Bila engkau memberikan kata “dess” pada kata “God” dia jadi “Goddes” (tuhan wanita).
Dalam Islam, tak ada yang namanya “Allah lelaki” atau “Allah perempuan”. Allah tak mempunyai type kelamin.

Bila kau memberikan “Bapak” pada “Tuhan” maka jadi “Tuhan Bapak”. Tak ada yang namanya Tuhan Ayah dalam Islam.

Bila kau memberikan “Ibu” pada “Tuhan” maka jadi “Tuhan Ibu”. Tak ada yang namanya Tuhan Ibu dalam Islam.

Bila kau memberikan nama spesifik pada “Tuhan”, jadilah ia “Tuhan Palsu”. Dalam Islam tak ada Allah palsu. Tersebut kenapa kami muslim lebih sukai menyebutkan “Allah” sesuai sama bhs Arabnya."

TERNYATA Inilah 7 Amalan Yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup - NO.4 Paling Simpel..

Tumpukan dosa yang menggumpal bukan berarti tak bisa dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya. Selama dosa tersebut bukanlah dosa besar yang menyebabkan kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa diganti dengan kembali dalam pelukan Islam.

TERNYATA Inilah 7 Amalan Yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup - NO.4 Paling Simpel..

Berikut ini adalah 7 amalan yang dapat menghapuskan dosa. Apa saja itu?

1. Taubat

Kesalahan bisa dilakukan siapa saja. Tak terkecuali ahli ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Tapi, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa,” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Jika taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu.”

Begitu pentingnya taubat karena ia adalah gerbang segala ampunan. Ia adalah wujud pengakuan hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Taubatlah yang menjadi kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman, “…Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Furqan: 70).

2. Sedekah

Setelah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur dosa adalah sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271).

Rasulullah Saw bersabda, “…sedekah itu mematikan (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api.” (H.r. Thabrani).

 Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun ketentuan-ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas. Sedekah enyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad

Ibadah lainnya yang masih berkaitan langsung dengan harta dan pahalanya mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan dengan ikhlas dapat melebur dosa. Baik yang dilakukan dengan harta maupun

Inilah Lima Cara Berhias Bagi Wanita Yang Dilaknat Oleh Allah SWT...!!! NO.2 Malah Banyak Yg Muslimah Lakukan Malahan populer Saat Ini...

Seorang muslimah memang dianjurkan untuk pandai merawat diri.


Inilah Lima Cara Berhias Bagi Wanita Yang Dilaknat Oleh Allah SWT...!!! NO.2 Malah Banyak Yg Muslimah Lakukan Malahan populer Saat Ini...


Tak hanya kecantikan batin, kecantikan secara fisik pun penting untuk mempercantik diri.
Untuk bisa mempercantik diri biasanya para wanita berdandan atau berhias dengan segala pesonanya. Namun jangan salah, tak jarang cara mempercantik diri yang dilakukan kaum muslimah justru mendatangkan mudharat dan dosa.

Jauhi lima cara berdandan dan berhias berikut ini agar sesuai dengan ketentuan Islam yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw :

1. Mencabut Bulu Alis

Mencabut bulu alis lalu membentuknya agar bagus menjadi trend dikalangan kaum hawa. Namun sejak dahulu Rasulullah SAW sangat membenci perempuan yang dengan sengaja mencabut alisnya sendiri.

"Telah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta untuk disambung rambutnya, wanita yang mencabut alis dan wanita yang minta dicabut alisnya, wanita yang mentato dan wanita yang minta untuk ditato, tanpa ada penyakit". (HR. Abu Daud)
2. Berdandan Dengan Membuka Aurat

Bilamana ada perempuan yang mempercantik diri dengan membuka aurat yang  seharusnya ditutupi, maka cara tersebut dilarang. Rasulullah SAW bersabda;
"Sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh) tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”. Beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak
tangannya". (HR. Abu Daud)

3. Berdandan Seperti Laki-laki (Tomboy)
Jika seorang perempuan berdandanan layaknya seperti seorang laki-laki, maka dandanan tersebut dilarang oleh agama. Rasulullah Saw Bersabda : 
"Telah Dilaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki." (HR Ahmad)

4. Memakai Rambut Palsu dan Menyambung Rambut
Menggunakan rambut palsu/wig atau menyambung rambut dengan tujuan agar tampilan lebih menarik termasuk dalam dandanan yang dilarang oleh islam.  Sesungguhnya Rasulullah SAW Bersabda :
"terlah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan meminta untuk disambung rambutnya." (HR Muslim)

5. Menggunakan Parfum Dengan Berlebihan
>Rasulullah SAW bahkan menyebut wanita yang menggunakan parfum untuk keluar rumah layaknya seorang penzina.

"Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina." (HR An Nasai)

"Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina." (HR Ahmad)

Naudzubillah... Janganlah Jadi Umat Seperti Ini, AkibatNya Jenazah Ditolak Bumi

Sebuah kejadian yang tak biasa terjadi dalam proses pemakaman seorang
wanita yang berasal dari sebuah daerah di Malaysia yang sangat sulit saat hendak dimasukkan ke dalam liang lahat.

Dilansir eberita.org, Minggu (12/11/2015), kisahnya berawal saat sejumlah warga mengantarkan jenazah yang telah dimasukkan ke dalam keranda.



Naudzubillah... Janganlah Jadi Umat Seperti Ini, AkibatNya Jenazah Ditolak Bumi

Meski telah diangkat oleh enam

orang pria dewasa dengan formasi dua di depan, dua di tengah, dan dua dibelakang, tapi keranda itu masih terasa sangat berat.

Sehingga ditambah dua orang pria untuk membantu mengangkat keranda dan akhirnya keranda itu pun bisa dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Setelah jenazah sampai di TPU terjadi sedikit
masalah saat hujan turun yang membuat tanah menjadi licin dan beberapa warga sempat tergelincir.

Sepanjang proses pemakaman, kuburan dipenuhi isak tangis keluarga dan sanak saudara.
Si penggali kuburan yang berusia 55 tahun sudah melakukan pekerjaan itu selama 20 tahun dan sudah sangat berpengalaman dalam menentukan lokasi dan ukuran jenazah yang akan dimasukkan dalam liang lahat.

Allohu Akbar! Allohu Akbar! Allohu Akbar! ! kata-kata itu keluar dari mulut hampir semua yang hadir dalam pemakaman tersebut setelah satu kejadian aneh terjadi.

Jenazah wanita yang diketahui bernama Simati sudah 3 kali dimasukkan dalam liang lahat namun tidak muat, padahal si penggali kubur sudah melebarkan dua kali dari ukuran asli.

Setelah gagal dalam hal tersebut seorang ustaz menyuruh anggota keluarga untuk azan dipengebumian itu.

Dan barulah jenazah selamat dimakamkan.

Sejumlah laporan menyebut kalau kejadian itu benar terjadi di sebuah desa di Negeri Jiran pada tahun 2010.

Menurut tetangga si mayat, almarhumah adalah wanita yang suka mengumpat serta memfitnah tanpa bukti, dan almarhumah juga tidak pernah menutup auratnya selama hidup, dia suka memakai pakaian seksi menampilkan bentuk tubuhnya.

"Kami sebagai tetangga pernah menegur kelakuannya itu, namun kami di caci maki serta dilempari dengan sepatu lantaran dia lebih kaya dari kami,"ungkapnya...

Jadikan ini pelajaran bagi kita agar kita tak menjadi umat seperti ini. Silahkan share jika menganggap ini penting dan wajib dibaca banyak orang. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik....

sumber: tausiahislamiah.co.id

Bolehkah Orang Yang Sedang Sholat Melarang atau Menghadang Orang Yang Lewat Di Depannya?

Bolehkah Orang Yang Sedang Sholat Melarang atau Menghadang Orang Yang Lewat Di Depannya? Pertanyaan ini rasanya terdengar asing dan jarang dikemukakan di publik. Namun, realitanya banyak sekali kaum muslimin yang belum mengetahui bahwa melintas atau berjalan di depan orang yang sedang melaksanakan shalat hukumnya adalah haram.

Bolehkah Orang Yang Sedang Sholat Menghadang Orang Yang Lewat Di Depannya?
Ilustrasi


Begitu juga orang yang sedang malakukan sholat jika mengetahui hal itu maka amalkanlah ajaran Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam seperti dalam hadits berikut.

إذا كان أحدُكم يصلِّى فلا يدعُ أحدًا يمرُّ بين يدَيه . وليدرَأْه ما استَطاع . فإن أبى فلْيقاتِلْه . فإنما هو شيطانٌ

Jika seorang di antara kalian shalat, jangan biarkan seseorang lewat di depannya. Tahanlah ia sebisa mungkin. Jika ia enggan ditahan maka perangilah ia, karena sesungguhnya itu setan” (HR. Muslim).

Hadits diatas menunjukkan bahwa orang yang sedang sholat diperbolehkan untuk melarang atau menghadang orang yang mau lewat di depannya sesuai dengan kemampuannya. Bahkan hal ini dianjurkan. seperti perintah dalam hadits tersebut. Diantara hal yang bisa dilakukan adalah dengan menjulurkan tangannya sebagai pertanda ada orang yang sedang sholat, jangan sembarangan lewat.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda "Jika saja seorang lewat di hadapan seorang yang sholat mengetahui dosa yang dilakukannya, maka sungguh jika dia berdiri selama empat puluh (hari atau bulan atau tahun) lebih baik baginya daripada lewat di hadapan orang yang salat tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun, jika orang yang sedang sholat tersebut telah meletakkan sutrah (pembatas) di depannya, maka hal tersebut tidak menjadi masalah, boleh bagi siapa saja untuk berjalan di hadapannya. Sutrah adalah pembatas yang terletak atau diletakkan di depan orang yang sedang melakukan shalat. Tujuan meletakkan sutrah adalah untuk menghalangi orang atau binatang atau apa saja yang melewati di tempat sujudnya. Hikmahnya untuk menjaga kekhusyukan shalat.

Sutrah bisa berupa tongkat, dinding, tumpukan tanah, tembok, tiang, meja, kursi, kardus, buku, tas, dan benda lainnya. Para ulama berpendapat, tidak ada batasan dan syarat-syarat tertentu mengenai kategori sutrah, yang penting bisa dilihat dan di ketahui oleh orang lain bahwa hal itu adalah pembatas.

"Jika seseorang di antara kalian telah meletakkan di depannya seperti kayu yang berada di ujung belakang pelana, maka hendaknya dia shalat dengan tidak usah menggubris setiap yang lewat di belakang (sutrah) tadi." (HR. Muslim)

Bagaimana Jika Sholat Dalam Keadaan di Tempat Yang Ramai Seperti di Masjidil Haram?



Dalam kitab Mulakhash Fiqhiyyah, Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: "Jika seseorang melakukan sholat di Masjidil Haram, maka tidak perlu menghadang orang yang lewat di depannya, karena terdapat dalam sebuah hadits bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah shalat di Makkah, orang-orang melewati beliau, ketika itu tidak ada sutrah dihadapan beliau." (Hadits ini diriwayatkan oleh Al Khamsah)

Kendati demikian, Sebagian ulama' tetap menganjurkan untuk menghadang dan melarang orang yang lewat di depan sholatnya, Seperti yang pernah dikatakan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin: “Tidak ada perbedaan hukum lewat di depan orang shalat baik di Makkah maupun selainnya. Inilah pendapat yang shohih. Tidak ada hujjah bagi yang mengecualikan larangan ini dengan hadits,

أنه كان يُصلِّي والنَّاسُ يمرُّون بين يديه، وليس بينهما سُترة

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah shalat (di Mekkah), orang-orang melewati beliau, ketika itu tidak ada sutrah dihadapan beliau

Karena dalam hadits diatas terdapat seorang perawi yang majhul. Ditemukannya perawi majhul adalah sebuah aib bagi hadits itu sendiri. Andaikata hadits diatas berderajat shahih, maka kita kembali pada kemungkinan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sedang sholat di tempat orang thawaf. Dan orang thawaf itu adalah orang-orang yang lebih berhak berada di tempat thawaf. Karena tidak ada tempat lain selain di sekitar ka'bah untuk melakukannya.

Sedangkan bagi orang yang melakukan ibadah shalat, dia bisa saja shalat di tempat lain. Misalnya agak menjauh dari orang yang sedang thawaf, Oleh karenanya, Imam Bukhari rahimahullah dalam Kitab Shahih-nya memberi judul khusus bab “sutrah di Makkah dan tempat lainnya”. Artinya, menurut beliau hukum sutrah di Mekkah dan tempat lain itu sama saja, tidak ada perbedaan dalam menghukuminya” (Syarhul Mumthi, 3/248).

Dari penjelasan Ibnu Utsaimin diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jika seseorang melakukan shalat di tempat orang-orang sedang melakukan ibadah thawaf maka boleh dilewati, karena orang yang thawaf lebih berhak untuk berada di tempat thawaf.

Kendati demikian, Yang paling moderat dan adil dalam pembahasan ini adalah pendapat yang pernah dikemukakan oleh Ibnu ‘Abidin rahimahullah dan sebagian madzhab Imam Malik, yakni sebagai berikut:

1. Apabila orang yang shalat secara tidak sengaja melaksanakan shalat di tempat ramai orang-orang lewat, dan terdapat celah yang memungkinkan bagi orang yang lewat untuk tidak lewat di depan orang shalat tersebut, maka orang yang lewat di depan orang sholat tadi berdosa. Sedangkan yang shalat tidaklah bersalah.

2. Jika orang yang mau melakukan sholat sudah tahu dan dengan sengaja dia melakukan shalat di tempat ramai orang-orang biasa lewat, sedangkan tidak ada celah yang memungkinkan untuk lewat selain melewati orang shalat tersebut, maka dalam hal ini orang yang shalat tersebut yang bersalah.

3. Jika orang yang melaksanakan sholat sudah mengetahui dan sengaja shalat di tempat orang-orang biasa lewat, dan ada celah yang memungkinkan untuk lewat, maka orang yang sholat maupun yang lewat berdosa.

4. Jika orang yang melakukan sholat secara tidak sengaja melakukan shalat di tempat ramai banyak orang-orang lewat dan tidak ada celah untuk lewat, maka boleh lewat dan keduanya baik yang sholat maupun yang lewat tidak bersalah (Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah, 24/185).

Perlu digarisbawahi, Bahwa rincian diatas hanya berlaku di tempat ramai orang berlalu-lalang dan banyak orang melaksanakan sholat seperti contohnya di Masjidil Haram. Adapun jika kondisinya berada di tempat biasa yang tidak banyak orang lalu-lalang, maka tidak ada alasan yang kuat untuk melewati orang yang sholat sekalipun dia ada keperluan untuk melewatinya.

Adapun mengenai makna فإنما هو شيطانٌ  (sesungguhnya orang yang lewat di depan orang shalat adalah setan) dalam hadits riwayat Imam Muslim diatas, ada dua penjabaran yang bisa diambil:

1. Orang yang lewat tersebut ditemani dan disertai setan, Dalam hal ini setan memerintahkan padanya untuk melewati orang yang sedang shalat. Ini pendapat yang dikemukakan oleh Abu Hatim. Sebagaimana dalam riwayat lain dikatakan:

فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِينَ

“karena bersamanya ada qarin (setan)”

2. Perbuatan melewati orang yang melakukan sholat adalah perbuatan setan, sehingga orang ini merupakan setan berbentuk manusia. Ini adalah pendapat dari Al Jurjani. (Fathul Baari, 4/88)

Wallahu A'lam.

Allahu Akbar... Inilah Orang Pertama yang Diberi Pakaian Pada Hari Kiamat

Iman kepada Hari Kiamat merupakan salah satu rukun yang wajib dipercayai oleh orang Islam. Meski misterius terkait waktu kejadiannya, kita wajib meyakini bahwa Hari Kiamat merupakan kepastian janji dari Allah Ta’ala yang tiada pernah mengingkari janji-Nya. Pasti. Hanya, kita tidak diberi tahu kapan kejadiannya.


Selain dari sumber al-Qur’an yang tak terdapat kebengkokan di dalamnya, Sunnah Rasulullah juga menjadi sumber yang terpercaya terkait huru-hara akhir zaman ini. Satu di antara banyaknya riwayat itu, kami nukilkan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari ‘Abdullah bin ‘Abbas terkait manusia pertama yang diberi pakaian oleh Allah Ta’ala di Hari Kiamat.

“Wahai manusia,” nasihat Nabi kepada sahabat-sahabatnya kala itu, “kalian akan dikumpulkan kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tidak beralas kaki, tanpa busana, dan tidak berkhitan.”

Beliau pun membaca Firman Allah Ta’ala dalam surat al-Anbiya’ [21] ayat 104, “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.”

Setelahnya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun melanjutkan sabdanya sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Sesungguhnya, manusia yang pertama kali diberi pakaian di Hari Kiamat,” beber Nabi yang mulia, “adalah (Nabi) Ibrahim.”

Beliaulah yang dijuluki Khalilullah dan bapak dari para Nabi dan Utusan Allah Ta’ala. Dari beliaulah terlahir Nabi Ismail dan Nabi Ishaq, lalu berlanjut kepada Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, dan terus bersambung hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai penutup para Nabi dan utusan Allah Ta’ala.

Dalam kelanjutan riwayat ini, ada yang patut menjadi perhatian kita tentang para sahabat (pengikut) Nabi yang digiring ke sebelah kiri. Pasalnya, mereka ini tidak istiqamah. Mereka kembali kepada kekafiran sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

“Ketahuilah,” lanjut ayah Fathimah az-Zahra ini, “akan didatangkan beberapa orang dari umatku, lalu mereka digiring ke sebelah kiri.”

“Mereka,” kata Rasulullah menjelaskan, “adalah para sahabatku.”
Lalu, dikatakan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Hari Kiamat kelak, “Kamu tidak tahu apa yang telah mereka kerjakan sepeninggalmu.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun membaca surat al-Maidah [5] ayat 117-118.

Pungkas Rasulullah memberitahukan perkataan yang kelak disampaikan kepada beliau di Hari Kiamat, “Mereka senantiasa murtad sejak engkau meninggalkannya.”
Semoga Allah Ta’ala wafatkan kita dalam kondisi istiqamah, dalam iman dan Islam. Aamiin. 


Disalin dari Kisahikmah.com

Memerk0sa Istri Sendiri, Bolehkah Menurut Islam? Inilah penjelasanNya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelumnya saya minta maaf pada ustadz tentang pertanyaan saya ini. Tapi mudah-mudahan bukan menjadi hal yang tabu, sebab menyangkut kejadian konkret yang harus di cek dengan hukum Islam.

Begini ustadz, saya punya teman yang sudah lama tak bertemu, ketika berjumpa kami saling menceritakan tentang keadaan masing-masing. Teman saya bercerita bahwa dia sudah menikah empat bulan yang lalu, tapi tak bahagia. Katanya yang menjadi masalah adl isterinya yang tak cinta kepada teman saya itu, pernikahan terjadi pun bukan atas dasar cinta / kasih sayang, tetapi sebab faktor orang tua dan yang lainnya.

Sikap isterinya itu cuek, tak mau didekati atau disentuh, bicaranya kasar dan selalu menjauh. Bahkan tidur pun tak mau seranjang, apalagi berhubungan suami isteri.

Yang menjadi sakit hati teman saya adalah sikap isterinya apabila menjelang malam/tidur, isterinya suka memakai baju yang tebal dan celana yang berlapis-lapis. Akhirnya pada suatu hari teman saya kehilangan kesabarannya buat menggauli isterinya dengan cara paksa seperti memperk0sa.

Yang saya tanyakan ialah, bagaimana hukumnya seorang isteri yang tak taat suami/tidak mau diajak interaksi suami isteri. Dan yang kedua bagaimana hukumnya menurut Islam tentang memerkosa isteri sendiri, apakah boleh sebab sudah hak, atau malah mendzholimi isteri sebab memaksa berhubungan dengan cara kasar.

Itu saja yang saya tanyakan, mohon maaf… Semoga ustadz berkenan memberikan panjelasan atas pertanyaan saya ini.

Terimakasih…

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb

Memerk0sa Istri Sendiri, Bolehkah Menurut Islam? Inilah penjelasanNya


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara sederhana dapat dijawab bahwa masih lebih jahat memerkosa isteri orang lain dari pada isteri sendiri. Sebab memerkosa isteri orang hukumnya zina dan kejahatan sekaligus. Sedangkan memperkosa isteri sendiri, meski dzalim tetapi tak ada kaitannya dengan dosa zina. Sebab isteri itu halal disetubuhi. Bahkan salah satu dari tujuan pernikahan ialah buat menyalurkan hasrat seksual manusiawi secara halal.

Maka istilah pemerkosaan kepada isteri sendiri ialah sebuah kesalahan. Sebab tak ada pemerkosaan pada isteri sendiri, sebab isteri itu halal disetubuhi.

Kalau pun ada yang tak beres atau bersifat pemaksaan, maka istilahnya bukan pemerkosaan.

Kita memang seringkali menemukan kasus seperti ini, yaitu seorang isteri tak suka pada suaminya, sampai tak mau melayaninya secara lahir batin. Tentu kami tak mungkin begitu saja menyalahkan isteri secara sepihak, juga tak mungkin menyalahkan suami secara sepihak. Sebab boleh jadi masing-masing pihak punya faktor kesalahan, namun merasa dirinya benar.

Jalan keluarnya tentu obrolan antara keduanya. Tentu harus dicari suasananya yang romantis, santai, tak emosional dan elegan. Urusan rumah tangga seperti ini memang aneh bin ajaib, sebab melibatkan faktor rasa, emosi dan suasana hati. Jauh sekali dari logika dan akal.

Terkadang kalau obrolan macet dan menemukan jalan buntu, dibutuhkan pihak ketiga yang shalih dan bertaqwa buat melincinkan jalan diplomasi. Hal ini sangat dimungkinkan dan harus disegerakan, sebelum segala sesuatunya terlambat.

Sebab selama masa konflik seperti ini, kedua belah pihak akan memanen begitu banyak dosa dan maksiat. Mulai dari isteri menolak ajakan suami yang akan kena laknat malaikat sejak malam hingga subuh, hingga dosa menyebarkan aib pasangan kepada orang lain.

Seorang isteri kalau sudah sampai kepada cacat tak mau disetubuhi suaminya, maka azab besar sudah menjelang, baik di global apalagi akhirat. Mengapa demikian?

Karena akan terjadi imbas domino. Misalnya, suami jadi tak dapat menyalurkan hasrat seksualnya, lalu mungkin saja akan jatuh ke lembah perzinaan, atau kawin lagi diam-diam, atau membangun interaksi TTM (teman tapi mesra) dan seterusnya. Ini yang kami bilang mendatangkan azab lebih besar.

Lebih jauh lagi, isteri pun demikian, sangat mungkin dia akan curhat kepada orang lain, atau mencari pelampiasan kepada orang lain, ujung-ujungnya zina juga.

Maka yang paling murah, efisien, cerdas dan ringan ialah mengatur ulang cacat tersebut. Carilah akar-akar masalah mengapa seorang isteri sampai punya cacat sejauh itu. Kesalahan mungkin bukan pada isteri seorang, tetapi boleh jadi justru datang dari suami 100%. Artinya, faktor penyebab isteri tak mau melayani suami sebab sikap suami yang memang kurang berkenan di hati isteri.

Kalau faktor penyebabnya sudah ditemukan, maka mulailah perbaikan-perbaikannya. Jangan gunakan emosi tapi akal sehat. Sebab emosi teman setan sedangkan akal sehat ialah anugerah Allah SWT yang sangat besar nilainya.

Wallahu a’lam bishshawab.

Ahmad Sarwat, Lc

Inilah Jawaban Rasulullah Saat Diberi Pilihan Kekayaan Atau Kematian

Nabi Muhammad SAW menjadi rahmat bagi semesta alam. Apa yang Beliau kerjakan selalu menjadi teladan, dan umatnya juga selalu mengikuti apa yang Ia katakan. Dialah manusia yang sangat teristimewa, karena mendapat kesempatan langsung bertemu dengan Rabb-Nya.

Semasa hidup, Rasul terakhir ini merupakan seorang pemimpin termashur. Namun, gaya hidupnya justru sangat jauh dari kesan mewah. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang susah.



Sebelum akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa, Nabi terlebih dahulu diberi pilihan oleh Allah. Rasulullah SAW harus memilih antara kekayaan dunia serta keabadian dan juga surga. Dan ternyata, inilah pilihan Rasulullah. Seperti apa kisah selengkapnya? Berikut ulasannya.

Pada dasarnya semua yang bernyawa akan menemui ajalnya. Demikian juga dengan Rasulullah SAW yang juga seorang manusia biasa seperti kita. Beliau mengetahui bahwa hari itu sudah semakin dekat. Pesan-pesan sebagai wasiat semakin sering diungkapkan Rasulullah sejak pelaksanaan Haji Wada.

Tepatnya pada tahun 10 hijriyah Rasulullah SAW mengumumkan akan melaksanakan ibadah Haji Wada. Di hadapan sekitar 144.000 manusia, Rasulullah berkhutbah dan mengucapkan perpisahan karena itu adalah haji perpisahan dirinya. Hal ini lantas membuat para sahabat menangis sedih.

”Wahai manusia, dengarlah ucapanku, karena sesungguhnya mungkin aku tidak akan menjumpai kalian lagi setelah tahun ini di tempat wakaf ini selamanya”

Kemudian pada Bulan Safar tahun 11 Hijriyah, Rasulullah memperlihatkan bahwa tubuhnya sedang sakit. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah SAW kemudian memutuskan untuk mengunjungi makam Suhada Uhud. Dalam riwayat lainnya dikisahkan jika Rasulullah bergegas dini hari untuk pergi mengunjungi kubur. Aisyah langsung mengikuti suaminya tersebut.

Nabi Muhammad SAW kemudian berdiri diatas makam para Syuhada seraya berkata : ”Assalamualaikum wahai Syuhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami) dan kami insya Allah akan menyusul kalian dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian).”

Sesampainya di rumah, setelah berucap salam, dia menoleh kepada salah satu pembantunya, Abu Muwayhiba.

"Wahai Abu Muwayhiba, aku telah diberikan kunci kekayaan dunia serta keabadian dan juga surga. Aku diharuskan memilih salah satu darinya. memilih dunia dengan nikmat abadi atau memilih berjumpa dengan Allah dan surga. Aku diperintahkan memilih,"jelas Rahmat seluruh alam itu.

Sang pembantu langsung menjawab,"Ya, Rasulullah, ibu dan ayahku saja rela aku korbankan demi Anda. Mengapa tidak memilih kunci dunia dan juga surga?"

Dalam riwayat lain juga dikisahkan ketika Nabi Muhammad SAW mengatakan hal yang sama. ”Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada disisi-Nya.”

Ternyata jamaahnya tidak memahami siapakah yang dimaksud dengan seorang hamba oleh Rasulullah SAW tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah diri beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorang pun yang paham selain Abu Bakar Shiddiq r.a.

Maka saat Abu Bakar Shiddiq r.a. tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis sesenggukkan dan ditengah Masjid dan  memotong pembicaraan Rasulullah SAW

”Kami tebus anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan anak-anak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah.” Abu Bakar Shiddiq mengulang-ngulangnya.

"Tidak! Demi Allah, aku lebih memilih berjumpa dengan Rabb-ku!"

Pilihan pun sudah diambil, Rasulullah hanya tinggal menunggu perjumpaan dengan ppenciptanya yang amat beliau rindukan

Ketauilah Tidak Ada Yang NamaNya Kebetulan, Semua Itu Terjadi Atas Izin Allah

SEORANG teman mengirimi saya pesan lewat WA. Semoga kiriman tulisan yang entah siapa penulisnya ini bisa menjadi sebuah jalan agar semakin erat iman kita kepada Allah.


Saudaraku,
Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah Allah yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan,” (QS. 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itulah adalah Allah yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA.

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya,” (QS 12:86).
Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya atau kau menerima telepon darinya?

Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu. Tidak ada yang namanya kebetulan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka,” (QS 3:190-191).

Sumber: Islampos.com

Menyeramkan... Inilah Misteri Tentang Ular Tinnin di Alam Barzah

Alam Barzah atau alam kubur layaknya terminal pemberhentian perjalanan hidup manusia. Bani Adam yang sudah meninggal akan berpindah dari alam dunia ke alam penantian hingga menunggu hari kiamat tiba.


Ternyata, pada dimensi ini manusia sudah akan mendapatkan perlakuan sesuai dengan tindakan yang dilakukan semasa hidup. Jika dia beriman dan taat, maka akan mendapat kenikmatan. Namun hal sebaliknya akan terjadi bagi mereka yang tidak taat dan melanggar apa yang diperintahkan.





Salah satu balasan yang menakutkan adalah siksaan dari ular Tinnin. Rasulullah SAW menceritakan jika ular ini berjumlah 99, setiap satu ekornya memiliki 7 kepala. Bagaimana pedihnya siksaannya? Dan seperti apa wujud ular ini? Berikut informasi selengkapnya.

Ular tinnin merupakan ular yang dipersiapkan oleh Allah SWT untuk menyiksa manusia. Ular ini berjumlan 99 ekor dan satu ekornya memiliki tujuh kepala. Tidak cukup sampai di situ, setiap kepala yang ada di tubuh ular tersebut akan mencakar, menggigit, menyembur hingga tubuh si mayit menjadi bengkak pada orang kafir. Siksaan yang demikian ini akan berlangsung hingga hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Orang mukmin di dalam kuburnya seperti raudhah (taman), dilapangkan  kuburnya sejauh tujuh puluh hasta, di sinari kuburnya seperti cahaya bulan purnama. Taukah kalian tentang apa ayat yang diturunkan ini?

Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Lalu nabi berkata: tentang Adzab kubur orang kafir di kuburnya, Demi jiwaku yang berada di Tangan-Nya, sesungguhnya orang kafir akan di sengat 99 Tinnin, apakah kalian tahu tentang Tinnin..?!!, (Ternyata Para Sahabat Juga Tidak Tahu),

lalu Nabi melanjutkan sabdanya: “itu adalah 99 Ular, setiap 1 ular memiliki 7 kepala, semua kepala meniup-niup pada orang kafir itu yang di kubur itu, lalu menyengatnya, dan merobek-robeknya sampai hari kiamat.” (Hadits Hasan, HR Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dll. di Shahihkan oleh Al-Baihaqi, di hasankan oleh Al-Arna’ut, Husain Sulaim Asad, dll.)

Selain akan menyiksa orang kafir saat di alam barzah kelak, ternyata ular tinnin juga akan menyiksa manusia yang gemar berbuat maksiat selama mereka hidup di dunia. Tidak hanya itu, ular tersebut juga akan menyiksa ibu yang tidak mau menyusui anak-anaknya. Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

“Pernah aku melihat para wanita yang payudara-payudara mereka dicabik-cabik ular-ular yang ganas. Maka aku bertanya: ‘Kenapa mereka??’ Malaikat menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa ada alasan syar’i)’.” (HR. Al-Hakim. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Al-Jami’ush Shahih berkata: “Ini hadits shahih).

Adapun gambaran mengenai siksaan yang Allah berikan kepada orang kafir lewat ular tinnin ini begitu mengerikan. Mereka akan disiksa dengan penuh kepedihan saat berada di alam barzah kelak. Hal tersebut telah dijelaskan dalam sebuah hadist, Aisyah Radhiyallahu Anha berkata:

Dari Abdullah bin Abi Mulaikah berkata: Saya mendengar Aisyah Radhiyallahu Anha berkata: “Orang-orang kafir akan di siksa pedih di kuburnya, dengan di cabik-cabik oleh Ular ganas yang botak, lalu ular tersebut memakan orang itu dari kepala hingga kakinya, kemudian orang itu kembali ke bentuk sempurna, setelah itu di makan lagi orang itu dari arah kaki sampai kepalanya, lalu orang itu kembali ke bentuk sempurna, lalu ular itu memakan lagi orang tersebut dari arah kepala hingga sampai kakinya, begitu seterusnya.” (HR Ibnu Abi Syaibah (34749).

Demikianlah informasi mengenai misteri ular tinnin di alam barzah kelak. Ular yang disediakan oleh Allah SWT untuk menyiksa orang kafir dan mereka yang tidak pernah menaati perintah-Nya. Semoga kita bukan termasuk golongan yang mendapatkan siksaan dari makhluk Allah yang satu ini.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi